Dan bagaimanapun … Pacaran bukan untuk kita …

Assalamu’alaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahim…

Yang terkasih Ikhwan dan Akhwat fillah… InsyaAllah..
Tentulah yang menyampaikan mungkin tidak lebih tahu dari yang mendengarkan… Yang menasehati mungkin tidak lebih baik pengamalannya daripada yang dinasehati… Wallahu’alam.. segala kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT… Tugas kita sebagai sesama muslim hanyalah saling mengingatkan dan berbagi apa yang kita punya…. Terimalah bagian dari kami, Akhi.. Ukhti.. yang mungkin tidak banyak… Semoga bermanfaat meskipun hanya satu ayat…

Semoga Allah ridho.. Semoga Allah mengampuni.. Semoga Allah memberkahi… Amin

Fiamanillah.. InsyaAllah..

-Tim Moodis-

————————————————- ~ o0o ~ —————————————————–

Banyak orang sering bertanya, “Pacaran boleh nggak sih?” tapi amat jarang ada orang yang bertanya “Gandengan tangan boleh nggak sih?” atau “Saling menikmati memandangi satu sama lain boleh nggak sih?”

Berbicara tentang boleh atau tidaknya pacaran, tentulah kita harus mendefinisikan dulu pacaran itu apa. Sementara definisi pacaran itupun berbeda – beda untuk tiap orang. Sebagai contoh, arti pacaran buat anak SMP tentu beda dengan anak SMA, apalagi dibandingkan dengan yang sudah kuliah.

Begitulah yang namanya pacaran atau HTS-an itu definisinya berbeda – beda, dari mulai yang ‘sekedar’ saling menunjukkan ikatan kasih sayang tanpa ‘jadian’, ada yang ‘sekedar’ nyatain doang, ada yang ‘sekedar’ chatting or sms-an doang, ada yang ‘sekedar’ ngobrol dan jalan – jalan di tempat umum, ada yang ‘sekedar’ jalan – jalan dan ngobrol berduaan, ada yang ‘sekedar’ pegangan tangan saja, ada yang ‘sekedar’ pelukan aja, ada yang ‘sekedar’ ciuman aja, ada yang ‘sekedar’ tidur bareng saja, atau ada yang ‘sekedar’ benar – benar melakukan hubungan suami istri saja, dan tentunya semuanya hanya ‘sekedar’ .. Kenapa? Karena hanya sekedar aktivitasnya saja, tanpa ikatan pernikahan, tanpa dasar ibadah… Na’udzubillahimindzalik…

Sebenarnya dari pemaparan di atas sudah jelas jawabannya, pacaran adalah sesuatu yang tidak halal. Bukankah telinga ini, mata ini, sudah seringkali diingatkan dengan Al – Isra’: 32?

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra: 32)

Astaghfirullahan’adzim.. Astaghfirullahan’adzim.. Astaghfirullahan’adzim..

Kalaulah Allah menurunkan perintah larangan terhadap sesuatu, tentulah Allah Maha Mengetahui berbagai hikmah dibaliknya. Alangkah baiknya jika kita tidak kemudian ‘sok tahu’ dengan mengatakan, “gpplah cuma rangkulan doang” atau “udah biasa lagi, walopun beduaan juga g ngapa – ngapain”

Tahu apa kita Sahabat? Kalau kata Ikhwah Fillah Moodis, Setia Furqon Kholid, wong yang sekelas Nabi yusuf aja tergoda dengan Zulaikha? Apalagi kita yang manusia setengah nabi juga bukan (kocak banget nih analoginya..)

Sayangnya terkadang masih ada yang menyangkal, berdalih sudah biasa berduaan saja toh nggak ngapa – ngapain…

Akhi.. Ukhti… yang dirahmati Allah… dengan alasan apapun, bukankah kita sudah dilarang untuk berduaan dengan non-muhrim?

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah saitan.” (Riwayat Ahmad)

Sayangnya lagi masih ada yang menyangkal, berdalih tidak merasakan adanya syahwat ketika sekedar merangkul atau bergandengan tangan… (klo emang g ada syahwat, lah terus kok gandengan Gan? Rangkulan? (^o^)v..)

Akhi.. Ukhti… yang dirahmati Allah… dengan alasan apapun, bukankah bersentuhan dengan non muhrim itu tidak halal?

Rasulullah saw. Bersabda: “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-thabrani)

Sayangnya lagi masih ada yang menyangkal, berdalih tidak merasakan adanya syahwat jika hanya sekedar berpandangan..

Akhi.. Ukhti.. yang dirahmati Allah… bahkan jika tidak saling bersentuhan, namun mata saling bertaut dan ada kenikmatan di sana, bukankah itupun tidak dihalalkan?

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) ampak dari padanya.” (QS. An-nur: 30 – 31)

“Pandangan itu merupakan salah satu anak panah iblis. Dua mata itu berzina dan zinanya mata ialah melihat.” (HR. Bukhari)

Sayangnya masih ada lagi yang menyangkal dengan dalih, kami tidak berpegangan tidak bertemu, dan hanya berkomunikasi melalui sms, ym, fb atau apapun sehingga memandang pun tidak…

Akhi.. Ukhti… yang dirahmati Allah… bahkan jika tidak saling bertemu, namun hati saling bertaut, bukankah ada yang dinamakan zina hati?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)

Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. Astaghfirullah..

Penyangkalan dan penyangkalan akan terus ada…. kalau kata Ikhwan Fillah Moodis lainnya, Salim A. Fillah, selalu ada ribuan alasan untuk menunda melakukan kebaikan. Bahkan Ayat – ayat yang diteruskan Tim Moodis kepada Sahabat semua, mungkin bisa saja hanya didengar melalui telinga kanan keluar terlinga kiri, masuk mata kanan keluar mata kiri (maksa banget dah.. v(^o^)), tapi tentulah begitu masuk di hati, nggak bisa keluarkan? Yang ada juga dipendam dikubur dalam – dalam dengan berbagai pembenaran… Semoga kita tidak termasuk salah satunya… Amin

Akhi.. Ukhti… Bagaimanapun juga, jujurlah pada diri kita masing – masing, tidak ada celah untuk menghalalkan ikatan antara laki – laki dan wanita kecuali pernikahan…

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah)

Tinggal selanjutnya, apakah kita akan mengikuti nafsu kita atau ridho terhadap Allah dan agamaNya…?

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. Ar-ra’d: 37)

Na’udzubillahimindzalik….

Akhi.. Ukhti… Menjadi Muda Mudi Islami di zaman sekarang mungkin tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Selama kita masih hidup di dunia ini, artinya Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita bahwa kita BISA menjalankan amanah sebagai manusia, yakni untuk beribadah dan menjadi khalifah di bumiNya … bahwa kita BISA menjalankan kewajiban kita dan meninggalkan larangan Nya … “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (QS. Al-Baqarah: 286)

Sebagai penutup dan penyemangat untuk mengejar kebahagiaan hakiki di surga Sang Illah… Yuk kita coba mengambil hikmah dari satu kisah di bawah ini :

Yahya bin Ayyub berkata : “Di Madinah dulu ada seorang pemuda yang sempat membuat Umar bin Khaththab terkagum-kagum. Ceritanya, suatu saat sang pemuda ini berjalan pulang ke rumah setelah shalat Isya’. Tiba-tiba, tampak seorang wanita menghadang di hadapannya. Si wanita menawarkan dirinya. Sang pemuda ternyata termakan juga oleh godaan si wanita. Ketika si wanita berlalu, si pemuda mengekor di belakangnya. Sampai akhirnya dia berada di depan pintu rumahnya. Tiba-tiba, timbullah perasaan malu di hatinya dan hadirlah ingatannya pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : ‘Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahan nya.’ (Al-A’raf: 201).

Kemudian dia pingsan. Si wanita memperhatikannya, tetapi pemuda itu tampak seperti orang yang sudah mati. Dia beserta seorang pembantu perempuan berusaha menggotongnya sampai ke depan pintu rumahnya. Keluarlah ayah si pemuda, terlihat anaknya tergeletak di depan pintu, lalu dia mengangkat dan memasukkannya ke dalam rumah. Setelah siuman, sang ayah bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu, hai anakku?!’ Tetapi si anak enggan bicara. Setelah dipaksa-paksa barulah dia mau bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Saat dia kembali membacakan ayat yang terlintas dalam ingatannya, tiba-tiba menarik nafas panjang dan bersamaan dengan itu keluarlah ruhnya, dia meninggal.

Ketika Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu . mendengar cerita ini, dia berkata, ‘Mengapa kalian tidak memberitahuku tentang kematiannya? ‘ Lalu Umar pergi menuju pusaranya, sambil berdiri dia berkata, ‘Hai Fulan: “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhan-nya ada dua surga.” (Ar-Rahman: 46). Tiba-tiba Umar mendengar suara dari dalam pusara itu, ‘Allah telah memberikan itu padaku, hai Umar.”( Raudhatul Muhibbin, hal 479-480.)

Adakah kita termasuk orang – orang yang takut? Atau bagian dari yang justru berbangga atasnya?
“Bila perzinahan dan riba (penyelewengan) telah terang-terangan dilakukan oleh penduduk suatu negeri maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan bagi diri mereka untuk terkena azab Allah. (HR.Bukhari)

————————————————- ~ o0o ~ —————————————————–

“Dan begitulah Cinta.. dengan halusnya menelisik ke dalam ruang kecil rahasia dalam bilik bernama hati… perlahan tapi pasti ia pun menjulur merambah hingga tiap sel dalam tubuh pun berkehendak mengikuti kemauan sang cinta… namun adakah ia cinta yang suci.. kemanakah cinta itu berpegang dan bersandar.. adakah menulikan telinga… adakah membutakan mata… Sungguh! Janganlah hati ini terkunci dan menemukannya terbuka padahal ia terlambat… Renungkanlah… Tiadalah hidup ini berarti tanpa menginginkan ridha-Nya.”

Sahabat.. Jalan itu mungkin terasa jauh.. Lelah dan peluh datang bersamaan.. dan kesabaran itulah yang baik… “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka..”(QS. At- taubah: 111)… pun mengingat penciptaan kita.. Tidaklah manusia diciptakan kecuali untuk beribadah dan menjadi khalifah di Bumi Allah.. Sudahkah? Mari bersama-sama. Kita berhenti memusingkan sesuatu yang tidak pasti dan melupakan yang pasti. Dan apakah yang pasti itu? ialah mati. Astaghfirullah…

Semoga Allah Ridho… Semoga Allah Mengampuni.. Semoga Allah memberkahi…. Allahuma Amin …

Uhibbukum Fillah.. InsyaAllah…

Wet and cold Auckland, 20 Februari 2010…
“Dan yang lain pun telah bertasbih memujiNya…”
Nadia Karina Hakman – Tim Moodis –

————————————————- ~ o0o ~ —————————————————–

Akhi.. Ukhti.. yang dirahmati Allah…
Mohon doanya, insyaAllah materi siaran minggu depan membahas ta’aruf…
Islam hadir untk memudahkan, bukan mempersulit…
Ketika pacaran dilarang, sungguh, Islam hadir dengan sesuatu yang lebih indah dan berkah, ta’aruf dan pernikahan. InsyaAllah… Wallahu’alam..
Listen to Moodis (Muda Mudi Islami) – online streaming program on Radio PPI Dunia
Radio PPI Dunia On air: Selasa, 12.00 – 15.00 WIB

7 Comments

  1. hilman said,

    March 4, 2010 at 12:39 pm

    assalamualaikum..
    wah tema seperti ini emg penting bgt utk dibahas dan dipahami oleh anak-anak muda skrg (termasuk saya sendiri) karena miris juga kalo liat cara pergaulan teman2 di kampus (walaupun saya sendiri juga masih jauh dr sempurna) makanya masih merasa haus untuk lebih banyak belajar dan memperbaiki diri..insyallah

    terima kasih untuk ilmu dan pencerahannya =)

    • moodis said,

      March 8, 2010 at 8:13 pm

      wa’alaykumsalam …

      iya akhi ,,, bener banget … kita harus terus mengkaji, muhasabah, dan memperbaiki diri selalu … insyaAllah ,,,
      jazakallah khoiron akhi … salam kenal ^^ Fiamanillah ,,,

  2. nasta said,

    March 26, 2010 at 10:40 am

    good good good..!!!
    pacaran gag banget ah .

  3. teti syamsiah said,

    May 20, 2010 at 8:34 am

    subhanallah,,tdk sia2 apa yg d ciptakan Nya..
    memang anak2 mda zaman ckarang termasuk dri ku blum bsa…
    maka dri itu jangan bosan2 ny mengingat kan…
    tp saya setuju n mendukung bgt dgn paparan td…
    pacaran itu membingungkan dan menjerumuskan..
    akhi gmn cara ny donk pacaran atau taaruf tp gak mudhorot?

    • moodis said,

      June 30, 2010 at 10:31 am

      subhanallah ,,, insyaAllah … Allah akan selalu menolong hamba-hamba-Nya yang ingin dekat dengan-Nya ,,,

  4. yufa khair said,

    September 16, 2010 at 7:40 am

    syukr0n jazakumullah atas share’y,,n_n


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: