[Tausiyah Ramadhan] [Hari 2] Puasa dan Kesehatan

Assalam’alaykum warahmatullahi wabarokatuh ,,,

Puji syukur kehadirat Allah SWT telah memberikan kita begitu banyak nikmat terutama nikmat Islam dan iman. Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada baginda Rosulullah saw, kepada keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Amiiin ,,,

Ikhwan wa akhwat fillah yang dicintai Allah …

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS Al Baqarah : 183

“Dan, andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” QS Al-Baqarah : 184

Abu Umamah: ”Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu.” Maka Rasulullah bersabda, ”Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa.”

HR Nasaa’i

Apakah tujuan saya berpuasa?

Secara jelas Al-Quran menyatakan bahwa tujuan puasa yang hendaknya diperjuangkan adalah untuk mencapai ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam rangka memahami tujuan tersebut agaknya perlu digarisbawahi beberapa penjelasan dari Nabi saw. Misalnya, “Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu daripuasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga.” Ini berarti bahwa menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama dari puasa. Ini dikuatkan pula dengan firman-Nya bahwa “Allah menghendaki untuk kamu kemudahan bukan kesulitan.” Di sisi lain, dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman, “Semua amal putra-putri Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjaran atasnya.” Ini berarti pula bahwa puasa merupakan satu ibadah yang unik. Tentu saja banyak segi keunikan puasa yang dapat dikemukakan, misalnya bahwa puasa merupakan rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri. Bukankah manusia yang berpuasa dapat bersembunyi untuk minum dan makan? Bukankah sebagai insan, siapa pun yang berpuasa, memiliki keinginan untuk makan atau minum pada saat-saat tertentu dari siang hari puasa? Nah, kalau demikian, apa motivasinya menahan diri dan keinginan itu? Tentu bukan karena takut atau segan dari manusia, sebab jika demikian, dia dapat saja bersembunyi dari pandangan mereka. Di sini disimpulkan bahwa orang yang berpuasa, melakukannya demi karena Allah SWT. Demikian antara lain penjelasan sementara ulama tentang keunikan puasa dan makna hadis qudsi di atas.

Lalu apa hubungannya dengan kesehatan? Kesehatan jiwa dan raga merupakan salah satu hikmah dari perintah puasa. Kesehatan mejadi sebuah konsekuensi logis berpuasa. Agama Islam adalah agama yang diturunkan Allah melalui rasul-rasul-Nya, diantaranya membawa peraturan-peraturan dan hukum yang harus dipatuhi manusia muslim. Peraturan ini tidak akan berubah dan telah sempurna. Ajaran Islam mencakup seluruh bidang kehidupan manusia di dunia ini, termasuk bidang kesehatan.

Rasulullah saw bersabda : “Puasalah kalian, maka kalian sehat.”

Mungkin kita sering mendengar dari ceramah-ceramah mengenai hadis tersebut. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di Ath Thibbun Nabawi sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), oleh Ath Thabrani di Al Ausath (2/225), oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (3/227). Namun, hadits tersebut dhaif (lemah), sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), juga Al Albani di Silsilah Adh Dha’ifah (253). Bahkan Ash Shaghani agak berlebihan mengatakan hadits ini maudhu (palsu) dalam Maudhu’at Ash Shaghani (51). Akan tetapi, jika memang terdapat penelitian ilmiah dari para ahli medis bahwa puasa itu dapat menyehatkan tubuh, makna dari hadits dhaif ini benar, namun tetap tidak boleh dianggap sebagai sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. (lihat Renungan Menuju Ramadhan : 12 Hadis Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan)

Islam mengatur kesehatan dan menentukan untuk apa kita harus sehat serta menjelaskan tujuan hidup kita di dunia. Tentang tujuan hidup manusia Allah berfirman :”Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariyaat : 56) Sabda Rasulullah saw:”Mohonlah kepada Allah keselamatan dari penyakit dan bala, sesungguhnya tiada suatu pemberian Allah sesudah iman yang lebih baik dari keselamatan.” (HR. Ibnu Majah)

Ibadah secara umum berarti setiap aktifitas/kerja/amal yang baik dari seseorang yang dilaksanakan sesuai dengan petunjuk agama dan diniatkan karena Allah semata. Dari batasan di atas dapat dipahami bahwa dalam Islam tidak ada pembatasan amal/pekerjaan seseorang untuk bersifat dunia semata atau ukhrowi semata. Shaum sebagai salah satu rukun Islam yang ketiga, memberikan kontribusi yang jelas bagi kesehatan ataupun etos kerja seseorang, asalkan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk syariat. Para ilmuan telah melakukan penelitian terhadap sejumlah gejala dan tindak kejiwaan yang dibawa oleh syariat seperti shalat, puasa, kasih sayang dan sebagainya. Mereka mencoba untuk menemukan pengaruh dari ajaran ini pada sel-sel tubuh manusia, apa yang terjadi pada sel-sel otak dan sel-sel tubuh lainnya. Penelitian ilmiah ini sampai pada suatu kenyataan yang mengagumkan yang menambah keimanan mereka, sehingga menjadi tekun beragama dan teguh menjalankan syariat-syariat-Nya. Benarlah apa yang difirmankan Allah : “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para ulama (cendekiawan).” (QS. Al-Fathir : 28)

Bagaimanakah pengaruh puasa terhadap kesehatan?

Puasa memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan, antara lain: Pemeliharaan Tubuh dari sisa-sisa dan kelebihan zat tubuh dan sel Dalam keadaan puasa tubuh akan menggunakan zat-zat makanan yang tersimpan. Sekiranya zat makanan tersebut habis, maka jaringan-jaringan tertentu mulai digunakan. Bagian tubuh yang paling pertama digunakan adalah bagian yang terlemah atau sakit seperti jaringan meradang atau pernanahan. Dari jaringan tersebut yang pertama diproses adalah jaringan yang rusak atau telah tua, untuk selanjutnya dikeluarkan oleh tubuh. Puasa dalam hal ini bertindak sebagai pisau operasi yang membuang sel-sel yang rusak atau lemah dari bagian tubuh yang sakit dan memberi kesempatan kepada peremajaan sel-sel.Melindungi manusia dari penyakit gula. Pada waktu puasa kadar gula darah akan turun. Hal ini menyebabkan kelenjar pankreas berkesempatan untuk istirahat. Kita mengetahui fungsi kelenjar ini adalah untuk menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah, mengubah kelebihan gula menjadi glikogen yang disimpan sebagai cadangan di otot dan hati.Menyehatkan sistem pencernaan. Di waktu puasa, lambung dan sistem pencernaan lainnya akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai dengan 14 jam, selama lebih kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung dari makanan yang bertumpuk dan berlebihan.Puasa mengurangi berat badan yang berlebih. Puasa dapat menghilangkan lemak dan kegemukan . Secara ilmiah diketahui bahwa rasa lapar tidaklah karena kekosongan perut semata tapi juga karena dipengaruhi penurunan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk berbuka dengan sesuatu yang manis-manis terlebih dulu agar tidak makan yang berlebihan setelahnya. Dengan demikian tidak menghilangkan hikmah puasa yang mengharuskan hemat dan zuhud.

Adakah pengaruh puasa terhadap kejiwaan?

Hal ini penting bagi seseorang untuk dapat menghayati dan merasakan reward dan mendukung motivasi melakukan puasa tersebut. Di sini yang penting bukan hanya aspek kognitif tetapi juga penghayatan emosional. Makna ibadah puasa dalam menuju ketaqwaan tidak akan ada artinya bila tidak diyakini dan dilaksanakan. Niat bukanlah sekedar ucapan, akan tetapi pernyataan yang menunjukkan penghayatan menyeluruh. Pengulangan dari pengalaman. Salah satu proses pembentukan kepribadian yang penting adalah proses belajar. Faktor penting agar apa yang dipelajari menjadi bermakna dalam perubahan perilaku seseorang adalah pengulangan pengalaman yang disertai faktor pendukung lainnya. Pengalaman menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan segala persyaratannya (menahan berbagai dorongan nafsu dan amarah, dsb) yang diulang setiap hari selama satu bulan penuh dan diulang kembali setiap tahun, bila dimulai dengan niat dan kesiapan iman akan merupakan suatu proses belajar yang efektif dan efisien dalam menuntun perilaku dan disiplin diri.

Bagaimanakan hubungan puasa dengan kesehatan menurut para ilmuwan Barat?

Menurut acuan teori yang logis konseptual, berikut hasil eksperimen atau riset di Barat, ternyata ibadah puasa sangat potensial untuk mencekal berbagai penyakit atau mempercepat proses (katalisator) penyembuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpuasa secara teratur mampu mengendalikan stress sehingga tak heran jika terapi puasa ini berkembang peminatnya dan cukup populer di Eropa dan Amerika Serikat, karena berbagai penyakit berat akibat pengaruh stres berkepanjangan bisa dicekal atau dipercepat proses penyembuhannya di samping upaya medis.

Di klinik dekat Pyrmont, Jerman, dr. Otto Buchinger dan kawan-kawan telah banyak menyembuhkan pasien dengan terapi puasa. Penyembuhan meliputi penyakit fisik dan kejiwaan, sehingga bisa dikatakan sebagai psiko-fisio terapi. Setelah para pasien dirawat secara medis selama sekitar 2 – 4 minggu dan berdisiplin puasa, ternyata mereka lebih cepat sehat dan segar kembali baik fisik maupun mentalnya. Juga lebih bergairah hidup. Berbagai penyakit, antara lain penyakit kardiovaskuler, ginjal, kanker, hipertensi, depresi, diabetes, maag dan insomania, juga dapat disembuhkan.

Dr. Yuli Nekolar dari Moscow Institute of Psychiatry pun melaporkan hasil risetnya bahwa upaya penyembuhan secara medis yang disertai dengan terapi puasa hasilnya lebih baik dan lebih cepat. Hal ini juga telah dibuktikan kehandalannya oleh para pasien yang menjalani terapi puasa itu di sejumlah klinik Health Spa di Amerika. Meski cara berpuasa di klinik itu tak persis sama dengan praktek puasa Ramadhan, tapi dasar fisiologi dan biokimia yang terjadi dalam tubuh pada prinsipnya sama.

Apa yang harus saya hindari ketika berbuka puasa atau sahur?

Hal yang perlu diwaspadai pada saat buka dan sahur adalah perilaku makan/minum “balas dendam” atau “menabung makanan”. Yaitu makan atau minum apa saja secara berlebihan. Akibatnya, tubuh cepat lelah, ngantuk, dan kurang gairah kerja. Dampak lebih jauh akibat makan berlebihan adalah tubuh tidak bugar dan mudah terserang penyakit gizi lebih, seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung, atau sering disebut penyakit degeneratif.Namun, dalam kesederhanaan makanan pembuka puasa, perilaku makan/minum secukupnya, tidak berlebihan, justru terkandung kenikmatan sekaligus manfaat gizi dan kesehatan tubuh. Hal ini tentu saja akan dirasakan oleh mereka yang dapat menerapkan ajaran puasa dan kesederhanaan dalam perilaku hidupnya sehari-hari.

Tulisan asli : Husamah Irham ar-Ridha

Di sunting oleh : Tim Moodis

Fiamanillah,

Wassalamu’alaykum …

Sesungguhnya Islam, iman, sholat, puasa, zakat, dan haji adalah hadiah terindah yang Allah berikan kepada kita. Kebahagiaan kita adalah saat-saat dimana kita dekat dengan Allah SWT.

Semoga ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bermakna … Amiiiin ,,,

Mungkin ini ramadhan terakhir kita … Jangan sia-siakan ,,, Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk selalu dekat dengan-Nya ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: