[Tausiyah Ramadhan] [Hari 4] [Short Communication] Adzab Ramadhan

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh …

Ikhwan wa akhwat fillah yang disayangi Allah ,,,

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang tetap memberikan kita kecintaan kepada-Nya dengan ke-Islaman dan iman kita ,,, Sungguh, Islam dan iman itu yang dapat menyelamatkan kita di hari yang kedatangannya tidak diragukan, di hari di mana anak-anak lari dari orang tuanya ,,, hari di mana lisan kita terkunci … hari di mana kemenangan besar bagi orang-orang yang bertaqwa …

Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada nabi mulia, suri tauladan kita, baginda Rasulullah saw, beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan pengikutnya hingga akhir zaman …

Ikhwan wa akhwat fillah yang dicintai Allah …

Alhamdulillah kita berada di hari keempat Ramadhan mubarok, ini merupakan nikmat dari Allah SWT. Kita tahu nikmat iman adalah yang paling utama dan fundamental. Bulan Ramadhan bisa menjadi bukan nikmat bagi selain orang beriman. Tapi Ramadhan ini menjadi sebagai nikmat bagi kita karena kita beriman dan kitalah yang diseru untuk ibadah shiyam di bulan ini (QS Al Baqarah : 183, 185).

Begitulah sesuatu di dunia ini yang Allah berikan kepada kita, bisa jadi ia nikmat bisa jadi ia bencana walaupun dimata manusia terlihat sebagai kebaikan. Misal seseorang mendapat beasiswa di luar negeri, secara umum mahasiswa Indonesia ketika mendapat kesempatan demikian akan berucap syukur dengan gaya masing-masing. Atau misalnya seseorang yang mendapatkan pekerjaan yang baik dan rizki yang banyak. Bisa jadi bencana bagi yang satu dan bisa juga jadi nikmat buat lainnya. Bagi siapakah bisa menjadi bencana?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hamba dari dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj dari-Nya (Allah).”

(HR. Ahmad, dll, lihat Shahihul Jami’ no. 561), di sumber lain menyebutkan (HR. Tabrani, Ahmad dan Baihaqi), disumber lain lagi juga disebutkan dishahihkan Syaikh Al-Albani.

* istidraj : sesuatu yang semakin melalaikan dari Allah, yang membuat semakin sesat, atau semakin jauh atau menjebak kepada kesesatan.

Alhamdulillah kita semua Mu’min yang semoga senantiasa Allah bimbing untuk menjauhi kemaksiatan. Oleh karena itu keimanan ini harus senantiasa kita jaga dan syukuri, dan bulan Ramadhan ini adalah bulan yang tepat untuk membentuk benteng-benteng pertahan iman salah satunya dengan shaum. Sembari kita berdo’a kepada Allah azza wajalla agar ni’mat tersebut tidak berkurang atau bahkan dicabut dari kita. Nabi Muhammad SAW mengajarkan do’a, melalui ‘Abdullah bin Umar ra. sbb:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu”.

HR. Muslim no. 2739

Ikhwan wa akhwat fillah yang disayangi Allah …

Esensi dari bulan suci ramadhan adalah taqwa kepada Allah. Makan, minum, hubungan suami istri, merupakan hal-hal yang halal di kerjakan. Akan tetapi, saat puasa, Allah haramkan. Jika menahan hal-hal yang halal kita bisa, mengapa kita juga tidak bisa menahan yang haram? Bisa saja saat puasa kita minum dengan sembunyi-sembunyi, tidak ada yang tau. Kenapa kita tidak melakukannya? Kita takut kepada Allah ,,, Kita sadar Allah mengawasi kita … Tapi kenapa kita tidak bisa berbuat seperti itu di bulan lain? Kenapa kita masih bisa bermaksiat?

Taqwa itu adalah menjalankan seluruh yang Allah perintahkan dan menjauhi segala larangan Allah. Jika kita siang hari berpuasa, tapi kita menanti-nanti saat berbuka puasa untuk melakukan maksiat dan perbuatan dosa, maka ramadhan tidak membawa manfaat bagi kita.

Rasulullah saw bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.”

HR Ibnu Majah

Mari sama-sama kita lihat diri kita. Tidak perlu jauh-jauh melihat orang lain! Lihat diri kita! Lihat diri kita! Lihat diri kita! Apakah kita salah satu orang dari sekian banyak yang berpuasa tapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga?

Berapa ramadhan yang telah kita lalui wahai ikhwan wa akhwat fillah? Berapa? 10? 20? 30? atau 50 ramadhan kita lalui begitu saja? Apakah ramadhan memberi pengaruh kepada kita menjadi orang-orang yang lebih baik?

Pertarungan sesungguhnya bukan di sini ikhwan wa akhwat fillah ,,, tapi di 11 bulan berikutnya …

Semoga Allah memudahkan kita menuju jalan ketaqwaan ,,, Semoga kita mendapat derajat taqwa … Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju tanah suci baitullah … Amiiin Ya Rabb ,,,

Fiamanillah,

Wassalamu’alaykum …

Sesungguhnya Islam, iman, sholat, puasa, zakat, dan haji adalah hadiah terindah yang Allah berikan kepada kita. Kebahagiaan kita adalah saat-saat dimana kita dekat dengan Allah SWT.

Semoga ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bermakna … Amiiiin ,,,

Mungkin ini ramadhan terakhir kita … Jangan sia-siakan ,,, Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk selalu dekat dengan-Nya ,,,

Kajian Ramadhan : Abu Abdisslam dan Abdurrahman

Disunting oleh : Tim Moodis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: