[Tausiyah Ramadhan] [Hari 8] Jangan Berhenti Di Sini …

Ketika Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat merasa heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?” Allah menjawab, “Ada, yaitu besi.” Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebihkuat daripada besi?” Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu  api.” Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?” Allahyang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air.” Para malaikat pun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada air?” Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab,”Ada, yaitu angin.” Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?” Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangankanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

HR Ahmad dan Tirmidzi

“Jagalah dirimu dari api neraka walau hanya dengan sebutir kurma.”

HR Bukhari

Manusia, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur menunjuk-nunjuk atau pun supaya diketahui orang lain.

Berkaitan dengan ikhlas ini, dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar binal-Khaththāb, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhny asetiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, tanpa merasa ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dan sebagainya yang dapat mengurangi keikhslasan sedekah kita.

Ganjaran Bersedekah

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, halitu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkah.

Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yangberlipat ganda (700 kali) dan sebagai ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda Rasulullah saw :

  1. Allah Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalanAllah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” QS Al Lail : 5-8
  2. Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutirbenih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allahmelipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas(kurnia-Nya) lagi maha mengetahui.” QS Al Baqarah : 261
  3. Rasulullah saw bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, adadua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan,kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah”. Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang yang menahan hartanya.” HR Bukhari dan Muslim

Tolak Bala dengan Sedekah

Orang-orang yang beriman sangat sedar dengan kekuatan sedekah untuk menolakbala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Bersegeralahbersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”. “Belilahsemua kesulitanmu dengan sedekah.” “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.

Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami tentang anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita sulit untuk melakukannya karena khawatir bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi sedekah kepada pengemis yang kita temui ditepi jalan dengan anggapan bahwa mereka menjadikan meminta-minta sebagai pekerjaannya, karena malas, dan lain sebaginya. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan syaitan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk selalu bersedekah.

Masalah mungkin timbul apabila ternyata kemudiannya bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/peminta tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita,kerana sedekah hakikatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yangbertakwa.

Pengemis/peminta/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkemampuan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orangtersebut, kepada siapa lagi kita dapat bersedekah???

Kalau kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepadapengemis/peminta/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan, maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sebagian harta kita sebelum sholat Jumat dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sedekah setiap Jumat. Misalnya Jumaat ini kita menyumbang 500 rupiah ke kotak amal tersebut maka seterusnya Jumat berikutnya harus dengan jumlah yang sama, syukur jika lebih dan yang paling penting juga adalah keikhlasan.

Sedekah kita, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya akan rugi di dunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sebenarnya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang melakukan sebuahinvestasi jangka panjang di sisi. Balasan yang akan diperolehnya berlipatganda,di dunia dan di akhirat. Mereka tidak akan rugi!

Sedekah yang pahalanya terus mengalir

Dari Abu Hurairah ra, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw, telah bersabda :”Bila seorang anak Adam telah meninggal dunia, segala amalnya terputus,kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yangmendo’akannya.”

HR.Bukhari, dalam Adabul Mufrad

Berikut ini ada beberapa contoh real sadaqah (amal) jariah yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sedekah telah wafat :

  1. Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al Quran tersebut dibaca, kitamendapatkan kebaikan.
  2. Ajarkan seseorang suatu do’a atau ilmu pengetahuan. Pada setiap bacaan do’a dan ilmu yang dimanfaatkan, kita akan mendapatkan kebaikan.
  3. Memberikan donasi untuk pembangunan masjid-masjid, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum sehingga jika ada orang yang menggunakannya, kita akan terus mendapatkebaikan.
  4. Memelihara anak yatim dan bantulah pendidikan bagi orang-orang yang tidak mampu.

Itu hanya sebagian contoh kecil yang dapat kita lakukan. Ana yakin, yang membaca note ini adalah orang-orang yang mampu untuk bersedekah, orang-orang yang setiap harinya tidak pernah kekurangan makanan, orang-orang yang setiap malamnya dapat tidur dengan nyenyak. Marilah sama-sama kita bersedekah di jalan Allah.Apa yang kita sedekahkan, itu untuk kita sendiri. Jika kita enggan bersedekah, sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji. Mari sama-sama kita berjuang,ikhlash, bersedekah karena Allah SWT, fillah, fillah, dalam keadaan lapang maupun sempit.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

QS Ali Imran : 133-134

Wassalamu’alaykum …

Tim Moodis

Fiamanillah,

Sesungguhnya Islam, iman, sholat, puasa, zakat, dan haji adalah hadiah terindah yang Allah berikan kepada kita. Kebahagiaan kita adalah saat-saat dimana kita dekat dengan Allah SWT.

Semoga ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bermakna … Amiiiin ,,,

Mungkin ini ramadhan terakhir kita … Jangan sia-siakan ,,, Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk selalu dekat dengan-Nya ,,, Semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT … Amiiiin Ya Rabb ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: