[Tausiyah Ramadhan] [Hari 17] [Lagi] Bagi Yang Menginginkan Surga …

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia …”

QS At Tahrim : 6

Ikhwan wa akhwat fillah yang dicintai Allah …

Sesuatu yang begitu memilukan terjadi saat perang Uhud, yaitu peristiwa syahidnya paman Nabi Muhammad, Sayyidina Hamzah, ujung tombak menembus dadanya. Hindun pemimpin golongan kaum kafir begitu bahagia karena anak buahnya berhasil melakukan tugas dengan baik dan berjanji menghadiahkan kebebasan bagi sang pembunuh yang adalah seorang budak. Wahsyi bin Harb namanya. Rasul mengalirkan airmatanya yang suci atas peristiwa pedih yang menimpa pamannya di jalan Allah itu.

Tentang Wahsyi bin Harb -Qaatilu Hamzah (pembunuh Hamzah) ini, Muhammad Yusuf al-Kandahlawi dalam Hayatush Shahabah menuturkan kisah sang budak itu untuk kita.

Setelah Rasul dan kaum muslimin berhasil membebaskan kota Mekkah (fathu Makkah), Rasul mulia mengutus sahabatnya untuk menemui Wahsyi dan mengajaknya memeluk agama Allah. Wahsyi datang menemui Rasul dan berkata, “Wahai Muhammad, bagaimana engkau mengajakku untuk berislam sedang engkau menyatakan bahwa sesungguhnya orang yang membunuh, musyrik atau berzina akan mendapatkan dosa besar dan siksanya akan dilipat gandakan di hari kiamat, dan ia kekal didalamnya dalam keadaan terhina, padahal aku ini melakukan semua itu? Maka adakah engkau menemukan celah keringan bagi diriku ini?” Untuk pernyataan Wahsyi ini turun ayat Allah,

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS Al Furqan : 70

Berkata kembali Wahsyi dengan nada mengeluh, “Ya Muhammad Hadza Syarthun Syadid (Ini syarat yang amat berat). Aku takut kalau seandainya aku tidak mampu memenuhi syarat tersebut.” Allah kemudian menurunkan ayat 48 surat An Nisa:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِ ماً

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

QS An Nisa : 48

Wahsyi masih saja menimpali, “Wahai Muhammad, ayat tadi menurutku berkenaan dengan kehendakNya sedang aku tidak mengerti apakah Tuhanmu akan mengampuniku atau tidak, Adakah ayat lain yang selain tadi?” Maka kemudian turun ayat :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS Az Zumar : 53

Baru kemudian Wahsyi menyatakan, “Hadza Na’am (untuk kali ini iya aku menerima)” . Ia memeluk agama Allah dan menjadi Muslim. Orang-orang kemudian berkata, “Sesungguhnya kita mengalami apa yang dialami oleh Wahsyi.” Rasul menegaskan, “Hiya lilmuslimina ‘ammah, (hal itu untuk ummat Islam seluruhnya).”

Kisah ini menegaskan betapa pemurahnya Allah terhadap hamba- hambaNya. Dalam hadits qudsi bahkan ditegaskan bahwa rintihan para pendosa yang bertaubat lebih disenangi Allah dari deru suara tasbih para hamba yang memujiNya. Pantaslah jika kasih sayang Allah jauh melampai amarahNya dan bahkan kasih sayangNya meliputi siapapaun saja hatta pendosa besar seperti Wahsyi. Jikalau Wahsyi yang berlumur dosa besar dipanggil mesra oleh Allah untuk kembali kepangkuanNya, maka itupun pasti berlaku bagi kita semua.

Ikhwan wa akhwat fillah yang disayangi Allah …

Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

QS Al Baqarah : 222

Ayat tersebut begitu indah … Allah tidak menyatakan bahwa Allah mencintai orang yang suci … melainkan Allah mencintai orang yang mensucikan diri ,,, Allah tau begitu banyak dosa yang telah kita perbuat, tapi Allah cinta orang-orang yang berbuat dosa tapi bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT ,,,

“Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu, dia salah berucap karena terlalu gembira.”

HR Muslim

“Wahai anak Adam, ketika engkau berdoa kepada-Ku dan mengharap (ampunan)-Ku, maka Aku mengampunimu atas dosa-dosa yang ada padamu dan aku tidak mempedulikannya. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai mega di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan tidak mempedulikan (atas dosa yang engkau lakukan).”

HR Tirmidzi

“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan kalian dari muka bumi dan Allah akan mendatangkan suatu kaum lain yang berbuat dosa, lalu beristighfar (memohon ampun) kepada Allah Ta’ala. Dan Allah mengampuni mereka.”

HR Muslim

AllahuAkbar ,,, AllahuAkbar …

Ikhwan wa akhwat fillah, mari sama-sama kita simak firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 133-136 :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”

QS Ali Imran : 133-136

Kita sudah dipenghujung 10 hari kedua bulan Ramadhan, marilah kita bersimpuh dihadapanNya, mengakui segala dosa dan hina diri untuk berjanji pulang dan mengubur semua nista itu untuk berharap pasti ampunan dan maafNya. Jika dosa-dosa yang membalut diri kita membuat kita menjadi ulat yang menjijikkan, semoga dengan taubat, ibadah dan amal sholeh didalam bulan suci Ramadhan ini, kita mampu mengubah diri menjadi kupu-kupu indah, menjadi hamba Allah SWT yang bertaqwa di idul fitri nanti.

10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah “Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka.” (HR Ibnu Huzaimah)

Ikhwan wa akhwat fillah yang disayangi Allah SWT,

Tintaku tak akan cukup untuk menuliskan betapa luasnya ampunan dari Allah. Begitu luas ampunan Allah SWT … Namun, sayang, sayang, sedikit sekali kita bertaubat … Sering kali kita kufur kepada Allah … Begitu seringnya kita lupa kepada Allah ,,, Padahal, Allah begitu Maha Pengasih dan Penyayang kepada kita …

Astaghfirullah ,,, Astaghfirullah … Allahumma innaka ‘afuwun karim ,,, tuhibbul ‘afwa fa’fuanna ya kariiiim …

Semoga tulisan ini mengingatkan saya dan kita semua untuk bersegera kembali kepada Allah SWT … Segera … Segera ,,, Sebelum kematian datang pada salah seorang diantara kita …

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum sampai kerongkongan.”

HR Tirmidzi

Selagi masih bernafas … Setelah membaca tulisan ini, segeralah bertaubat kepada Allah SWT … Semoga Allah mengampuni kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertaqwa ,,, Amiin Ya Rabb …

Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertaqwa dan istiqomah menjalankan sunnah Rasulullah saw … Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita ,,, Semoga Allah mengampuni kita ,,, Semoga Allah SWT ridho … Amiin Ya Rabb ,,,

Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan …

Semoga semakin semangat ya ^^

Wassalamu’alaykum …

Fiamanillah,

Tim Moodis

Sesungguhnya Islam, iman, sholat, puasa, zakat, dan haji adalah hadiah terindah yang Allah berikan kepada kita. Kebahagiaan kita adalah saat-saat dimana kita dekat dengan Allah SWT.

Semoga ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bermakna … Amiiiin ,,,

Mungkin ini ramadhan terakhir kita … Jangan sia-siakan ,,, Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk selalu dekat dengan-Nya ,,, Semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT … Amiiiin Ya Rabb ,,,

Sumber : Kisah Kehidupan Para Sahabat Rasulullah Jilid 1 karya Muhammad Yusuf al-Kandahlawi

2 Comments

  1. aisyh said,

    November 2, 2010 at 1:49 am

    izin copas, jazkallah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: