[Tausiyah Ramadhan] [Hari 18] Kerinduan Cinta …

Seorang lelaki bertanya tentang hari kiamat kepada Rasulullah saw. Baginda kembali bertanya: “Apakah yang sudah kamu siapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak bersiap-siap untuk menghadapinya dengan banyaknya solat dan puasa, hanya aku mencintai Allah swt dan Rasul-Nya.’ Lalu Nabi saw bersabda: ‘Seseorang itu bersama orang yang dicintainya dan kamu bersama orang yang kamu cintai.’

HR Bukhari dan Muslim

Al-Hassan Al-Basri rahimahullah berkata: “Siapa yang mengetahui Rabb-nya maka dia akan mencintai-Nya dan siapa yang mencintai selain Allah SWT bukan karena kaitannya dengan Allah SWT maka yang demikian itu disebabkan kebodohan dan keterbatasannya mengetahui Allah SWT.  Sedangkan cinta kepada Rasulullah saw tidak akan muncul melainkan daripada cinta kepada Allah SWT, begitu pula cinta kepada ulama dan orang-orang yang bertakwa. Orang yang dicintai kekasih juga patut untuk dicintai. Rasul yang dicintai Allah SWT juga patut dicintai. Semua ini kembali kepada cinta yang pertama. Pada hakikatnya tidak ada sesuatu yang patut dicintai di mata orang-orang yang memiliki mata hati kecuali Allah SWT semata.”

Al-Hafiz Al-Hakami dalam sebuah syairnya, mengatakan :

Ingatlah kematian dan peristiwa-peristiwa terjadi selepas itu

tidak seorang pun yang dapat melepaskan diri daripadanya.

Kematian merupakan penentuan segalanya

segala sesuatu menjadi jelas akibatnya.

Kubur boleh menjadi sebuah taman surga

dan boleh pula menjadi lubang neraka.

Jika ia baik, maka setelahnya itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dari Tuhan.

Jika ia jahat, maka setelahnya itu adalah kesengsaraan jauh lebih dahsyat.

Demi Allah, sekiranya kau tahu apa yang berlaku selepas itu

tentulah kau tidak akan tertawa malah banyak menangis.

Ikhwan wa akhwat fillah yang disayangi Allah SWT,

Suatu kali kami lagi duduk di kantor sebuah Islamic Center, kemudian datang salah seorang teman kami. Seseorang diantara kami berkata kepada teman kami yang baru saja datang. “Akhi, tadi ada yang cari …”

“Siapa, Akhi?”

“Akhi Abdullah tadi yang cari …”

“Ooo ,,, Akhi Abdullah yang cari ,,, Ana kira Allah yang cari ,,, Ana belum siap Akhi kalau Allah yang cari …”

Astaghfirullah ,,, Innalillahi wa inna ilaihi rajiun ,,,

Sering kali kita mendengar ucapan-ucapan teman-teman kita, saudara-saudara kita tentang kematian yang kita tidak dapat lari dari padanya.

“Wah, saya belum kawin …”

Itu salah satu contoh respon … MasyaAllah ,,, MasyaAllah …

Begitu banyak orang-orang yang takut akan kematian … Dan, mereka pun menyadari ketidaksiapan mereka untuk menghadapi maut … Tapi, apa yang terjadi? Mereka sadar bahwa mereka tidak siap, namun sayangnya mereka tak kunjung mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah SWT …

Sering kali kita lupa akan hari kiamat. Padahal kita tahu bahwa kita akan mati. Kita sering ikut menguburkan orang-orang yang meninggal dunia namun semua pengalaman dan pengetahuan itu seperti tidak ada faedahnya bagi kita.

Seandainya keyakinan terhadap adanya hari akhirat itu benar-benar tertanam dalam hati kita, niscaya kita menghadap kepada Allah, mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta kita sentiasa memelihara waktu untuk sentiasa bersama Allah.

Maimun bin Marhan seorang ahli ibadah yang zuhud lagi alim, telah menggali kubur dalam rumahnya sendiri. Lalu setiap malam dia masuk ke dalam kuburan buatannya itu untuk membaca al-Quran sambil menangis. Jika tidak tahan kepanasan dan kegelapan ruang sempit itu dia keluar darinya dalam keadaan menangis sambil berkata kepada dirinya sendirinya : “Wahai Maimun, kamu telah kembali lagi ke dunia, maka segeralah untuk memperbanyak amal soleh.”

Ada juga ulama yang menyiapkan kain kafan untuk dirinya dan meletakkannya di bahagian atas punggung bilik tidurnya sehingga setiap hari matanya melihat kain kafan tersebut dan hatinya selalu teringat akan kematian.

Rasulullah bersabda :

“Aku dan hari kiamat diutus (berdampingan) seperti ini.” Dan beliau menghimpun jari telunjuk dengan jari tengahnya.”

HR Muslim

Ikhwan wa akhwat fillah yang dicintai Allah, di dalam Al Quran Allah memperingatkan kita :

“Setiap yang bernyawa akan merasai mati dan sesungguhnya pahala kamu akan dibalas pada hari kiamat.”

QS Ali Imran : 185

“Apabila sampai ajal maut seseorang itu ia tidak dapat ditunda atau dipercepat, walau sesaat pun.”

QS Al A’raf : 34

“Dimana saja kamu berada, kematian itu akan mendapatkan kamu sekalipun kamu berada dalam bangunan yang kokoh.”

QS An Nisa : 78

Ikhwan wa akhwat fillah, apakah kita tidak merindukan pertemuan kita dengan Allah yang sangat kita cintai?

Masih ada waktu … Untuk kembali kepada Allah …

Selagi masih bernafas … Setelah membaca tulisan ini, segeralah bertaubat kepada Allah SWT … Semoga Allah mengampuni kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertaqwa ,,, Amiin Ya Rabb …

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita ,,, Semoga Allah mengampuni kita ,,, Semoga Allah SWT ridho … Amiin Ya Rabb ,,,

Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan …

Semoga semakin semangat ya ^^

Wassalamu’alaykum …

Fiamanillah,

Tim Moodis

Sesungguhnya Islam, iman, sholat, puasa, zakat, dan haji adalah hadiah terindah yang Allah berikan kepada kita. Kebahagiaan kita adalah saat-saat dimana kita dekat dengan Allah SWT.

Semoga ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bermakna … Amiiiin ,,,

Mungkin ini ramadhan terakhir kita … Jangan sia-siakan ,,, Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk selalu dekat dengan-Nya ,,, Semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT … Amiiiin Ya Rabb ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: