Akhi, are you going to Mecca?

Dalam sebuah hadis yang sangat indah Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendirikan salat subuh secara berjamaah, kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit, kemudian salat dua rakaat (setelah syurq), maka ia mendapatkan pahala seperti pahala sekali haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.”

(HR Tirmidzi)

 

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh …

Ikhwan wa Akhwat fillah yang dirahmati Allah SWT,

Alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta’ala masih memberikan kita berbagai macam nikmat, kita pun diberi anugerah akan berjumpa dengan bulan Dzulhijah.

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”

(HR Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas)

 

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari an nahr (Idul Adha) kemudian yaumul qorr (hari setelah hari an nahr).”

(HR Abu Daud no. 1765)

 

Ikhwan wa Akhwat fillah yang dicintai Allah,

Ketika kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan Dzulhijah, apa yang harus kita lakukan? Ikhwan wa Akhwat fillah, Dzulhijah tidak datang setiap saat. Pun demikian dengan Ramadhan. Jika di bulan Ramadhan kita merasa belum maksimal, inilah kesempatan kita untuk memperbaiki ibadah kita kepada Allah, hanya semata-mata karena Allah. Setidaknya ada 6 amalan yang dapat kita lakukan.

 

Pertama: Puasa

Kita disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.”

HR Muslim

 

“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.”

HR Muslim

 

Hari arafah insyaAllah jatuh pada hari Senin, 15 November 2010. Please, jangan lewatkan puasa arafah ya, OK?

Kedua: Takbir dan Dzikir

Yang termasuk amalan sholeh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Lihat Fathul Bari, 3/390 dan Latho-if Al Ma’arif, hal. 460)

Ketiga: Menunaikan Haji dan Umroh

Yang paling afdhol ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah.

Semoga kita diberi kesempatan oleh Allah untuk haji ke Baitullah. Amin ya Rabb. Niatkan dari sekarang dan rencanakan kapan kita ingin berhaji. Siapkan bekal dari sekarang. Dan, sebaik-baik bekal adalah taqwa.

Bagaimana jika kita belum memiliki kesempatan untuk berhaji?

Dalam sebuah hadis yang sangat indah Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendirikan salat subuh secara berjamaah, kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit, kemudian salat dua rakaat (setelah syurq), maka ia mendapatkan pahala seperti pahala sekali haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.”

(HR Tirmidzi)

 

Subhanallah … Mungkin saat ini kita belum mampu untuk berhaji, tetapi untuk mengamalkan hadis tersebut? InsyaAllah🙂

Keempat: Memperbanyak Amalan Sholeh

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”

(HR Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas)

 

Dari hadis di atas, kita dianjurkan memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Dan juga berdoa. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban Merapi dan Tsunami Mentawai diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan oleh Allah SWT. Pun, ini merupakan peluang amal ibadah kita untuk membantu saudara-saudara kita. Tidak hanya uang, tetapi juga energi, waktu, dan lain sebagainya. Semoga Allah menggerakkan hati kita. Amin ya Allah.

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arofah.”

(HR Tirmidzi)

 

Kita hendaknya memanfaatkan waktu ini untuk banyak berdoa pada Allah. Doa ketika ini adalah salah satu doa yang mustajab karena dilakukan pada waktu yang utama. Bagi yang ingin ujian, silakan berdoa kepada Allah. Bagi yang hendak menggenapkan dien, mohon petunjuk dan kemudahan kepada Allah. Bagi yang ingin berhaji dan memiliki rencana-rencana lainnya, mari berdoa kepada Allah. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah, yang mencintai Allah dan Rasul, yang mencintai Al Quran dan Sunnah. Amiin ya Allah …

Kelima: Berqurban

Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Suatu hari seorang teman berkata, “Saya tidak punya uang untuk berqurban, Akhi.” Ikwan wa Akhwat fillah, inilah hebatnya sebuah perencanaan. Seandainya tahun kemarin kita punya rencana untuk berkurban tahun depannya, tentu kita dapat mempersiapkan jauh-jauh hari. Sebut saja kita seorang anak SMA yang diberikan uang saku oleh orang tua kita 20.000 rupiah setiap hari. Jika kita menabung setiap harinya 3.000 rupiah, insyaAllah sebulan kita dapat mengumpulkan tabungan hampir 100.000 rupiah. Dan, bagaimana dengan satu tahun? Subhanallah, kita bisa berkurban satu ekor kambing.

InsyaAllah, jika kita memiliki niat yang kuat, Allah akan memberikan jalan, bagaimanapun sulitnya hidup kita. AllahuAkbar!

Keenam: Bertaubat

Biarpun kita seorang muslim dan mu’min yang baik, kita tidak lepas dari yang namanya dosa dan berbagai khilaf lainnya. Allah berfirman dalam surat At Tahrim ayat 8, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan semurni-murninya taubat (taubat nasuha).”

Subhanallah, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman! Allah tidak memerintahkan untuk orang-orang yang berbuat dosa dan berbuat maksiat. Adakah dari kita yang tidak mempunyai dosa?

Finally Sahabat Moodis, Ikhwan wa Akhwat fillah, sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholeh lainnya.

Sudah seharusnya setiap muslim menyibukkan diri di hari tersebut (sepuluh hari pertama Dzulhijah) dengan melakukan ketaatan pada Allah, dengan melakukan amalan wajib, dan menjauhi larangan Allah. Dan tentunya kita berusaha istiqomah untuk hari-hari kedepannya.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Semoga Allah mengampuni … Semoga Allah ridho ,,, Semoga Allah memberkahi …

Tetap semangat ya! ^^

Wassalam ,,,

Fiamanillah,

Korea Selatan, 7 November 2010

Muhammad Salman Alfatih

Disarikan dari tausiyah Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Untuk yang ingin itikaf, umrah, dan haji ke baitullah, semoga Allah mudahkan ,,, Amiiin ya Rabb … Uhibbukum fillah ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: