Salsabila di Lengkung Purnama

Bismillaahirrahmaanirrahiim.Wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii wa sallam …

 

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal,wa ‘alaa fadlikal-‘azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani,wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i, wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin.Yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii wa sallam.Amin yaa rabbal ‘alamin …

 

Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal.Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajakpada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kamikepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungankami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin …

 

 

“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.” QS an Nur : 44

 

Tidak sedikit dari kita ketika merenungi perjalanan jiwa yang lemah ini mengatakan bahwa ‘kita baik-baik saja’ dan ‘hampir semua target kehidupan telah terlaksana’. Sementara itu Allah berfirman,

 

“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka telah berbuat sebaik-baiknya. ” QS al-Kahfi: 104

 

Hanya segelintir orang yang menyeimbangkan proses perjalanannya untuk kehidupan dunia dan akhirat sementara sebagian besar yang lain hanya konsentrasi pada titik kehidupan dunia. Renungan-renungan pergantian waktu bertumpu pada target-target dunia.

 

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT. seringkali mengingatkan hamba-hamba-Nya mengenai visi besar ini, di antaranya adalah dalam QS Al Hasyr : 18–19.

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

 

Esok? Kenapa Allah menggunakan kata ‘hari esok‘?

 

Lho, bukankah kenyataannya bahwa hidup di dunia ini hanya ‘sehari’ atau ‘setengah hari’ atau ‘bagai siang hari dan petang’? (lihat catatan Ranjau Petir – Inception dan Imajinasi Berketuhanan)

 

Dari Syadad bin Aus ra, dari Rasulullah saw, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.”

 

HR Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’

 

Muhasabah atau evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah saw juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Dan hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah saw dengan sabdanya dalam hadits di atas dengan ‘dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.’ Muhasabah tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan. (lihat catatan Setia Furqon Kholid – Ini jalan saya. Mana jalanmu?)

 

Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia. – Umar bin Khatab ra

 

Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya. – Maimun bin Mihran ra

 

“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” QS Maryam : 95

Ada beberapa aspek muhasabah yang ingin saya sampaikan pada catatan kali ini:

 

1. Syahadat

 

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah …

 

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”

 

Bagaimana dengan syahadat kita? Apakah kita sudah benar-benar meniadakan tuhan-tuhan lain selain Allah? Apakah benar-benar kita hanya mengikuti tata kehidupan Nabi Muhammad saw? Apakah kita sudah mengenal sosok Muhammad saw? (lihat novel Fahd Jibran – Menatap Punggung Muhammad)

 

2. Sholat

 

Bagaimana shalat kita?

 

Rasulullah saw bersabda : “Amal perbuatan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka apabila ia menyempurnakannya, akan ditulis baginya yang sunnah. Lalu apabila ia belum menyempurnakannya, berfirmanlah Allah Yang Maha Suci kepada Malaikat-Nya : “Lihatlah, apakah kamu mendapati pada hamba-Ku dari sholat sunnah?” Maka sempurnakanlah apa-apa yang tercecer (hilang) dari sholat wajibnya dengan sholat-sholat sunnahnya itu. Selanjutnya amalan-amalan yang lain dihisap dengan cara seperti itu.”

 

HR Ibnu Majah

 

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.”

 

QS Al Mudatsir : 42 – 47

 

Berkaitan kuantitas dan kualitas shalat kita, apakah sholat kita sudah mengikuti apa yang Rasul saw contohkan? Apakah kita pernah benar-benar mempelajari shalat sebagaimana kita pernah mempelajari matematika? Apakah gerakan-gerakan shalat dan bacaan-bacaan shalat yang kita lakukan kita mengetahui dalil-dalilnya?

 

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” QS Al Isra : 36

 

Subhanallah. Ayat yang sangat berat! Pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai tanggung jawab!

 

Izinkan saya pada kesempatan kali ini untuk berbagi sebuah buku yang sangat penting. Buku ini berjudul Sifat Shalat Nabi, ditulis oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani. Mari sama-sama kita baca dan pahami buku ini. (Download di sini)

 

3. Ibadah Selain Shalat

 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

 

QS Adz Dzaariyaat : 56

 

Ya, jadikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Setiap hembus nafas kita adalah ibadah. Apakah sulit mengucap basmallah sebelum kita melakukan kegiatan apapun? (lihat catatan Muhammad Salman Alfatih – Syair Kehidupan …)

 

Puasa 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura) jatuh pada hari Rabu dan Kamis pekan depan, yaitu 15 dan 16 Desember.

 

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam.” (HR Muslim)

 

4. Pekerjaan dan Perolehan Rizki

 

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’

 

HR Turmudzi

 

5. Kehidupan Sosial

 

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka.

 

HR Muslim

 

6. Dakwah

 

Sudahkah kita menyampaikan kepada siapa pun walau hanya satu ayat?

 

Objek dakwah tidak tidak hanya orang lain, tapi juga diri kita. Sampaikanlah dakwah untuk diri kita, jiwa kita yang kering kerontang. Bukankah demikian?

 

Sesungguhnya Islam, iman, sholat, puasa, zakat, dan haji adalah hadiah terindah yang Allah berikan kepada kita. Kebahagiaan kita adalah saat-saat dimana kita dekat dengan Allah SWT.

 

Semoga tahun ini lebih baik dan lebih bermakna … Amiiiin ,,,

 

Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita untuk selalu dekat dengan-Nya ,,,

 

Semoga semakin semangat ya ^^

 

Semoga Allah mengampuni ,,, Semoga Allah ridho … Semoga Allah memberkahi sisa usia kita …

 

Wassalam …

 

Fiamanillah,

 

– Tim Moodis –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: